Ambil Resiko dan Jadilah Pemenang!

By | November 11, 2017

Melihat perkembangan dunia usaha (retail besar maupun kecil) yang silih berganti dari tumbuh hingga tumbang dan muncul lagi pemain-pemain baru yang nantinya juga akan mengisi posisi yang tumbuh dan yang tumbang.

Dunia usaha makin masuk dalam arus ketidakpastian. Hal ini terjadi karena informasi terjadi sangat cepat untuk berubah dan beredar. Pasar juga tumbuh tanpa bisa dibendung. Keinginan dan kebutuhan bermunculan seiring dengan tumbuhnya pasar-pasar yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Dulu, siapa yang menyangsikan tentang keberadaan Matahari Dept Store? Lalu mengapa harus ada mataharimall.com? Mengapa pertumbuhan Tokopedia demikian pesat?

Dalam industri buku, beberapa penerbit konservatif belum mau merambah ke dunia digital, padahal mau tidak mau, suka tidak suka, dunia akan ‘berubah bentuk’ menjadi digital.

Era ketidakpastian dirasakan sebelumnya dalam industri penerbangan di mana salah satu maskapai yang sombong saat itu sebagai maskapai terbesar, yaitu Garuda tetap mempertahankan gaya konservatifnya dan mengatakan bahwa ialah penerbangan yang selalu dibutuhkan. Kemudian muncullah Sempati Air yang merupakan martir pertama yang mendobrak sekat-sekat dan cikal bakal ‘low cost’ airline yang ternyata lebih dibutuhkan masyarakat.

Garuda sempat limbung dan melahirkan Citylink yang pertama kali diperuntukkan mengimbangi tumbuhnya para maskapai low cost. Untung saja Garuda berbenah dari semua sektor untuk mengimbangi arus ketidakpastian ini.

Arus ketidakpastian dunia usaha ini dalam lima belas tahun terakhir melahirkan ‘Risk Management’ atau Menagemen Resiko. Intinya adalah menyadari bahwa Resiko tidak dapat dihindari, namun dapat diatur.

Apapun usaha anda, apapun pekerjaan anda tentu akan mempunyai resiko. Orang-orang yang menghindari resiko akan menjadi orang yang tidak pernah belajar untuk berkembang dan hanya akan menjadi bentuk konservatif yang menganggap apa yang dilakukannya akan selalu lurus tanpa rintangan.

Dulu, saat saya akan mengambil keputusan resign, pertanyaan terbesar adalah, “Apakah anda sudah tahu resiko dari ini semua?”

Ya, saya tahu! Lalu ketika saya tahu apakah saya akan menghindarinya? Menghindar dari resiko? Jelas, apabila saya menghindar dari resiko maka saya akan menjadi orang yang konservatif. Orang yang selalu takut akan resiko dalam arus ketidakpastian.

Lalu bagaimana apabila suatu kali kita benar-benar harus menghadapi resiko yang membuat kita tampak gagal?

Tentu saja, sebagai pribadi yang terus berkembang kita akan mencari cara bagaimana menyelesaikan resiko tersebut, sementara orang yang memutuskan berjalan di tempat adalah mereka yang sibuk mencari alasan mengapa resiko itu ada dan memilih menghindarinya.

Salam Sukses!