CRYPTOCURRENCY, MEMBAWA BUDAYA BERADAB ATAU BIADAB?

Cryptocurrency atau mata uang virtual atau mata uang digital saat ini sangat ramai dibicarakan. Bagi mereka yang sebelumnya sudah pernah menjadi penambang Bitcoin tentu hal ini sudah tidak asing lagi. Mungkin saja masih banyak masyarakat yang hanya tahu Bitcoin karena berita-berita kontroversialnya dan surat edaran dari Bank Indonesia tentang keberadaan Cryptocurrency di Indonesia.

Apa itu Cryptocurrency? Saya tidak akan menjelaskan di sini karena dapat anda googling dengan seabrek artikel tentang hal tersebut. Dan juga teknologi yang menjadi latar belakang berjalannya Cryptocurrency, yaitu Blockchain, dapat juga anda cari di google (supaya menghemat ruang tulisan dan saya dapat menulis sisi lain tentang hal ini). Tulisan ini bukan tulisan pengamat ekonomi, karena saya bukan pengamat ekonomi. Saya akan menulisnya dari sisi sosial budaya yang ada di Indonesia saat ini.

Kita semua merasakan perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat, terutama dunia digital dan internet. Dimulai dari dunia game yang menyediakan uang virtual untuk membeli token permainan, di sana mulai tercipta uang digital yang dapat dilakukan sebagai transaksi pembelian.

Apakah semua perkembangan teknologi ini baik untuk kehidupan? Tentu saja dari sisi sosial budaya banyak hal yang harus kita kaji, termasuk apakah teknologi tersebut akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan budaya yang semakin beradab atau malah akan menjadi biadab.

Sebelum saya lanjutkan tentang budaya yang akan menjadi semakin beradab atau malah akan menjadi biadab, mari kita lihat perkembangan cryptocurrency asli Indonesia, setidaknya demikian klaim yang mereka berikan terhadap produknya.

Di Indonesia sendiri, ada banyak yang mengklaim telah membuat mata uang digital asli Indonesia, atau istilah kerennya asli bikinan anak bangsa, 100% Indonesia. Oke, dari sisi ini saya sebagai anak bangsa tentu saja bangga ada produk Indonesia yang nantinya bakal bersaing di dunia internasional. Bangga dong, kan bikinan anak bangsa. Apalagi nanti apabila memang mata uang digital ini membawa kepada perubahan budaya yang beradab, khususnya Indonesia, maka segenap anak bangsa harus memberikan dukungan untuk ini.

Saya mulai dari Indocoin. Indonesia juga pernah punya ‘bitcoin’ ciptaan anak bangsa, bernama Indocoin yang diklaim sebagai cryptocurrency pertama di Indonesia. Indocoin diciptakan oleh anonim Naitpes. (Mengutip berita detikFinance 2014). Karena ciptaan anak bangsa, jumlah Indocoin yang bisa ditambang adalah 19,45 miliar, ini sesuai dengan filosofi tahun kemerdekaan Indonesia pada 1945. Lalu terdapat gambar Garuda yang melambangkan Pancasila.

Ada nama Oscar Darmawan. Mungkin bagi anda yang menambang di Bitcoin sudah mengenalnya, karena ia dikenal sebagai salah satu penggiat Bitcoin dan memperkenalkannya di Indonesia. Kemudian Oscar membuat sendiri cryptocurrency yang ia klaim asli Indonesia yang bernama TOKENOMY. Untuk promosi TOKENOMY, Oscar juga menarik rasa nasionalisme masyarakat dengan slogannya: “MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN UNTUK MENCIPTAKAN EKONOMI BARU” – Cryptocurrency Teknologi Blockchain Anak Bangsa yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi digital dimasa depan.

Lalu ada Dony, orang asli Tulungagung yang membuat CAYA FUTURE. Caya Future juga diklaim sebagai cryptocurrency asli Indonesia yang mempunyai slogan: “Membuat Caya bermanfaat bagi masyarakat dan menjadikan Caya sebagai Bitcoinnya Indonesia. Mari sejahterakan Indonesia dengan coinnya orang Indonesia.”

Kemudian ada Bali Coin. Yaitu cryptocurrency yang dimulai beredar di Bali. Asumsinya adalah banyak orang manca negara di Bali sehingga diharapkan perkembangan uang digital di Bali dapat digunakan dan mendongkrak ekonomi di sana.

Steneum, yaitu cryptocurrency yang juga mengklaim asli Indonesia dengan tim developer semuanya asli Indonesia.

Yang terbaru adalah Cyronium. Cryptocurrency ini juga sama, yaitu mengklaim asli Indonesia. Sama seperti cryptocurrency sebelumnya, Cyronium juga mempunyai slogan nasionalisme, yaitu menargetkan akan ada 10.000 UKM/Bisnis dalam bidang usaha yang relevan, yang akan di scale-up lewat Cyronium.

Wow! Ternyata cryptocurrency asli Indonesia ini tidak hanya satu, dan mungkin masih ada lagi yang terlewat saya tuliskan. Dari sisi ini tentu saja kita bangga bahwa Indonesia juga tidak ketinggalan dengan perkembangan peluang adanya mata uang digital ini di masa depan.

Lalu bagaimana dampak dari sisi sosial budaya di Indonesia atau dunia umumnya?

Saya akan mengutip apa yang pernah diucapkan oleh Bill Gates di bbc.com:

Crypto-currencies are killing people in a “fairly direct way”, Microsoft founder Bill Gates has said.

The main feature of crypto-currencies is their anonymity. I don’t think this is a good thing. The government’s ability to find money laundering and tax evasion and terrorist funding is a good thing.

Kita tentu saja boleh setuju dan boleh tidak dengan apa yang diungkapkan oleh Bill Gates, namun tentu saja hal tersebut dapat kita jadikan bahan renungan dalam perkembangan sosial dan budaya. Bill Gates mengatakan bahwa mata uang digital ini dapat langsung membunuh manusia karena fitur utama dari mata uang kripto adalah anonimitas mereka dan sangat mudah digunakan sebagai pencucian uang dan penggelapan pajak serta pendanaan teroris.

Apabila hanya melihat dari sisi investasi bisnis tentu saja ini adalah peluang yang secara spekulatif dapat dimanfaatkan. Mungkin bagi beberapa orang yang hanya berpikir tentang keuntungan dan kekayaan, berinvestasi di cryptocurrency merupakan peluang yang menjanjikan. Dan hal itu adalah sah adanya, karena segala resiko yang ada ia sendiri yang akan menanggungnya.

Namun bagaimana bila kita melihat dari sisi yang lain, yaitu apakah perkembangan tentang uang digital ini menjadikan budaya yang beradab atau malah akan menjadi biadab? Apabila seperti yang dikatakan oleh Bill Gates bahwa di dalam sistem blockchain untuk cryptocurrency ini sangat mudah digunakan untuk pencucian uang dan penggelapan pajak (karena tidak ada pajak) dan bahkan dapat digunakan sebagai penggalangan dana untuk apapun, termasuk teroris. Tentu saja, teknologi ini nantinya akan mudah ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab karena memang tidak ada campur tangan pemerintah setempat di manapun juga.

Sebagai bentuk platform investasi, tentu saja para pembuatnya akan mengatakan tentang keamanaan dan jaminan investasi di dalamnya. Tidak ada pembuat investasi yang ingin rugi di dalam produk mereka. Slogan, jaminan dan kepercayaan akan dibuat menjadi sangat ideal di mata calon investor.

Apabila anda hanya berpikir tentang bisnis, keuntungan dan kekayaan, maka mungkin peluang investasi di cryptocurrency dapat anda coba sebagai peluang baru. Dan bagi anda yang ingin mengkaji ulang tentang perkembangan teknologi dengan kaitannnya terhadap budaya yang beradab, maka anda juga dapat memilih untuk melindungi budaya yang dibangun atas dasar peradaban yang mulia ini.

Kita tentu tidak dapat membendung kemajuan dan perubahan teknologi yang sangat pesat ini. Namun kita juga dapat memilihnya dengan bijak apakah perkembangan tersebut membawa kepada perubahan budaya yang beradab atau akan menjadikan budaya yang biadab? Mari kita menjadi pelaku perubahan teknologi yang bijaksana.