Qadha – Qadar

Home Forums FORUM UMUM Qadha – Qadar

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  agungwebe 2 months ago.

  • Author
    Posts
  • #600

    agungwebe
    Keymaster

    Mengenai takdir dan terlebih mengenai istilah populer dalam sebuah tradisi agama, yaitu Qadha dan Qadar (Takdir).

    Kalau kita bicara masalah Qadha dan Qadar (takdir)

    • maka Qadha adalah: hukum/ketetapan Tuhan atau law of universe.
    • dan Qadar adalah: Perwujudan dari hukum/ketetapan tersebut.

    contoh dari Qadha adalah: benda kalo dijatuhkan dari atas akan jatuh ke arah bumi, air kalo dipanaskan dengan api akan mendidih.

    Sedangkan Qadar adalah perwujudan dari hukum tersebut, contoh: saya telah menjatuhkan benda dan benda tersebut sudah jatuh ke tanah. Ini dikatakan saya telah menjemput atau menciptakan Qadar/Takdir.

    Nah, dalam hal ini bila kita berpikir terbuka, maka Sang Sumber tidak campur tangan sama sekali untuk urusan ini. Ada sistem yang telah digelar oleh Tuhan, yaitu Qadha/ hukum ketetapan Tuhan atau Law of Universe.

    Yang menggelar Qadha adalah Tuhan dan bukannya Sang Sumber (the Source).

    sistem alam semesta atau Qadha atau dalam bahasa saya adalah memahami Grand Plan, adalah sebuah upaya agar kita dapat membuat Master Plan atau Qadar kita sendiri.

    Bagi saya Qadha dan Qadar adalah sebuah sistem yang digelar untuk mind, karena hukum-hukum apapun juga hanya terjadi di ‘layer mind’ (perhatikan baik-baik buku SOUL JOURNEY)

    Sekali lagi yang berperan dalam Ketetapan Universe atau Qadha ini adalah Tuhan dan Sang Sumber tidak campur tangan sama sekali.

    Kembali kepada Qadha dan Qadar.

    saya tulis kembali agar jelas bahwa: Qadha adalah: hukum/ketetapan Tuhan atau law of universe, disini saya membahasakan adalah Grand Plan.

    dan Qadar adalah: Perwujudan dari hukum/ketetapan tersebut. saya membahasakan sebagai Master Plan.

    Apakah Tuhan berbeda dengan Sang Sumber? jelas berbeda.

    Tuhan adalah pemilik aturan yang dimainkan di Bumi ini, Tuhan adalah pemberi apapun juga, Tuhan bersifat dengan segudang sifat yang dapat dimintai pertolongan selama ini (karena ini adalah layer mind terhalus, untuk itu entitas Tuhan ini dapat memberikan pertolongan yang diminta manusia)

    Sang Sumber adalah ‘Tan kena kinoyo ngopo’ sesuatu yang tak terjelaskan, Suwung, melampaui mind itu sendiri dan otomatis tak bersifat apapun sifat yang disandangkan.

    Ketika para Nabi kesulitan untuk menjelaskan Sang Sumber ini, maka ia lebih baik menurunkan pemahamannya yang dapat dipahami oleh masyarakat pendengarnya, yaitu mengajak untuk mengenal Tuhan, yaitu ‘Sang Sumber’ yang dipikirkan.

You must be logged in to reply to this topic.