KARYAWAN IDEALIS, REALIS & VISIONER

Dalam sebuah perusahaan, ia akan dihuni oleh beberapa tipe karyawan yang bila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai macam tarik-menarik kepentingan. Bagi seorang pimpinan devisi sebuah perusahaan, ia dituntut untuk bisa mengenalinya yang berguna untuk mengarahkan supaya dapat orang-orang tersebut dapat berkontribusi terhadap arah strategi perubahan management perusahaan.

 

Karyawan Idealis, adalah karyawan yang selalu menyerukan hak-haknya, tuntutannya yang ia pikir itu adalah idealnya sebagai karyawan. Ia selalu protes dengan kebijakan perusahaan yang ia pikir bertentangan dengan idealisme-nya. Ia berada di pihak dirinya sendiri yang selalu terlihat bertentangan dengan perusahaan.

Karyawan Realistis, adalah karyawan yang selalu melihat hal-hal yang nyata, keuntungan dan kerugian bagi dirinya yang nyata. Bisa jadi ia juga opportunist, ia selalu melihat hal realistis manakah yang bisa menguntungkan dirinya. Apabila ada langkah yang ia lihat dapat memberi dampak kenaikan gaji, maka ia akan melakukan hal tersebut (beda dengan Idealis, ia tidak akan melakukan langkah yang terlihat dapat menaikkan gajinya apabila bertentangan dengan idealisme-nya)

Karyawan Visioner, adalah karyawan yang mempunyai pandangan ke depan. Ia bisa melihat jauh ke depan dari strategi perusahaan. Ia tentu saja punya idealisme dan bisa saja realistis. Karyawan Visioner memberikan masukan ke perusahaan tentang pandangan dia ke depan bukan atas dasar kepentingan dirinya atas idealisme atau juga bukan karena pandangan realistisnya. Ia benar-benar menginginkan kemajuan bagi perusahaan tempat dimana ia singgah.

Sebuah kritik bisa saja dilakukan oleh ketiga tipe karyawan ini, namun masing-masing mempunyai tujuan sendiri-sendiri.

Idealis, bila mengajukan kritik didasari oleh idealisme-nya dan kerangka berpikir bagi dirinya sendiri. Ia bisa saja tidak menginginkan keuntungan bagi dirinya, asal pola pikirnya disetujui. Ia akan mempertahankan idealisme yang dipunyai dan kadang tidak mau terbuka terhadap pola pikir lainnya

Realistis, bila mengajukan kritik didasari oleh hal-hal nyata yang terlihat bagi dirinya. Untung dan rugi yang terlihat bagi dirinya. Pikirannya yang realistis tentang kebutuhan hidup yang meningkat akan mendasari kritik yang dibuatnya.

Visioner, bila mengajukan kritik didasari atas pandangannya yang jauh ke depan. Bagi sebagian orang yang duduk di management ini bisa disalah artikan, bahwa ia mengancam kedudukannya. Seorang karyawan visioner tidak berada di pihak management atau di pihak karyawan. Ia akan mengatakan langkah teman-teman karyawan tidak tepat bila memang tidak tepat. Dan ia akan mengatakan langkah management tidak tepat bila memang tidak tepat. Bagi yang tidak memahami orang visioner ini, ia akan dibilang tidak berpijak. Suatu kali terlihat berpihak kepada management, dan suatu kali terlihat di pihak karyawan. Namun sesungguhnya tidak demikian. Karyawan visioner memang melihat jauh kedepan dari segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Idealis, realis, dan visioner adalah bentuk dari masing-masing pribadi anda. Karena ini terkait dengan value masing-masing karyawan, maka sah-sah saja bila anda menentukan akan jadi idealis, realis, atau visioner.

Bagi anda yang duduk di management sebuah perusahaan, anda harus jeli melihat perbedaan masing-masing karyawan ini. Jangan salah menilai, dimana karyawan yang visioner anda anggap idealis atau bahkan realistis. Atau anda juga harus siap dengan masukan yang diberikan oleh karyawan visioner ini, karena kadang kala masukannya akan membakar ego anda! Bahkan masukannya akan menyebabkan kenyamanan orang-orang ‘mapan posisi’ menjadi gerah karena terusik kenyamanannya.

Salam sukses!

Agung Webe