MAJU atau NYAMAN

By | April 10, 2017

Hal yang saya tanyakan di awal seminar kepada peserta adalah: pertama saya Tanya, “Siapa yang mau maju?” kemudian sebagian peserta mengangkat tangannya. Lalu saya Tanya lagi, “Siapa yang mau nyaman?” mereka juga mengangkat tangannya lagi. Saya Tanya yang ketiga kalinya, “Anda semua mengangkat tangan pada dua pertanyaan tersebut. Sebenarnya anda mau maju atau mau nyaman?”

Serentak mereka menjawab, “Saya mau maju dan sekaligus nyaman!”

Fenomena mau maju dan juga mau nyaman ini terjadi dimana-mana, dan hampir semua orang menginginkan kemajuan sekaligus kenyamanan. Bila anda membaca artikel ini sekarang, saya Tanya kepada anda dan jawablah dalam hati anda: Anda mau maju atau anda mau nyaman?

Bila anda menjawab bahwa anda mau maju dan juga sekaligus nyaman, saya akan beritahu sebuah ‘berita buruk’ kepada anda. Berita tersebut adalah bahwa kemajuan dan kenyamanan tidak bisa bertemu dalam satu titik!

Pilihannya hanya satu: Bila mau maju, otomatis tidak akan nyaman. Bila mau nyaman otomatis tidak akan pernah maju.

Kita kembali melihat potret dari orang-orang yang maju dalam hidupnya. Dalam mencapai kemajuan hidupnya, tidak ada yang mempertahankan kenyamanan. Kemajuan di dapatkan dengan menghabiskan waktu bertahun-tahun, menguras tenaga yang banyak, dan bahkan juga menguras pikiran. Apakah anda mau maju di tahun 2012 nanti? Bila kemajuan merupakan pilihan anda, maka anda harus siap untuk tidak nyaman. Bila kenyamanan pilihan anda, maka jangan harapkan untuk maju.

Intinya adalah, bahwa setiap pencapaian ada harga yang harus di bayar.

Tentu saja, setiap orang menginginkan dirinya untuk maju. Namun mengapa selama ini tidak maju juga? Bercermin dari ‘berita buruk’ diatas bahwa kemajuan dan kenyamanan tidak bisa berhenti pada satu titik, maka bisa jadi bahwa kemaren ketika anda menginginkan untuk maju, anda juga menginginkan untuk nyaman.

Saat ini ketika anda mengetahui bahwa setiap pencapaian ada harga yang harus dibayar, maka niatkan kemajuan anda, dan tinggalkan sementara kenyamanan yang ada. Anda tidak bisa maju dengan rasa nyaman, karena kemajuan adalah ketidaknyamanan. Dan anda juga tidak bisa nyaman namun maju, karena kenyamanan bukanlah kemajuan.

Mari kita lihat dari sisi waktu. Berapa jam sehari anda mendedikasikan waktu untuk mengembangkan keahlian anda? Kalau ternyata waktu yang anda sisihkan untuk mengembangkan keahlian anda dan waktu yang anda nikmati untuk kenyamanan diri anda lebih banyak waktu untuk kenyamanan anda, maka anda tidak pernah untuk maju.

Contoh sederhana adalah sebagai berikut: anda punya keahlian untuk membuat design bangunan. Dalam satu hari anda hanya meluangkan waktu 2 jam untuk membaca buku yang berkaitan dengan design bangunan, sementara anda menghabiskan waktu untuk bersenang-senang seperti nonton, makan, kumpul sama teman, jalan-jalan adalah 12 jam. Apakah waktu 2 jam untuk keahlian anda lebih banyak dari waktu 12 Jam untuk kenyamanan anda? Tentu saja tidak bukan? Contoh diatas artinya anda masih memilih nyaman daripada maju.

Kenyamanan adalah sebuah jerat bagi kemajuan. Kenyamanan memang sangatlah enak dan meninabobokkan sehingga kita terlena dan tidak pernah maju. Lawan ketidaknyamanan anda! Runtuhkan tembok kenyamanan anda! Dan raihlah kemajuan dalam hidup anda!

Saat ini , tentu saja anda mau maju dalam hidup anda di bidang apapun yang sedang anda tekuni saat ini. Untuk itu anda harus membayar pencapaian anda tersebut. Luangkan waktu lebih banyak, berikan tenaga lebih banyak, dan curahkan pikiran lebih banyak untuk bidang yang sedang anda geluti.

Salam sukses untuk anda semua!