TRANSPERSONAL TENAGA DALAM

Rp75,000.00

Harga buku ini Rp 75.000 (belum ongkos kirim)

Jika anda memutuskan membelinya, silahkan whatsapp ke nomer 0818694665 dengan pesan:

TENAGA DALAM/nama/alamat lengkap pengiriman (untuk mengetahui biaya kirim)

Lalu kami akan replay biaya total (harga buku+biaya kirim) beserta Rekening transfer yaitu bank MANDIRI atau BCA

Setelah anda transfer dan memberikan bukti transfer maka buku akan dikirimkan ke alamat anda.

Categories: ,

Description

SINOPSIS TRANSPERSONAL TENAGA DALAM

Ukuran buku 13×18 – 203 halaman

Saya akan mulai dengan kata ” tenaga dalam”. Ah! Terus terang tenaga dalam merupakan kata yang menarik bagi warga Nusantara ini. Tidak asing lagi, bahkan sebagian orang pernah merasakan, menurut mereka, apa dan bagaimana tenaga dalam itu. Juga kalau kita melihat hal-hal yang sedikit fantastis dan di luar nalar,  mudah distempel sebagai tenaga dalam.

Membingungkan. Namun demikian adanya, tenaga dalam bagi masyarakat kita mungkin sudah menjadi bagian dari tradisi budaya Nusantara. Ya, tradisi budaya yang dipunyai Nusantara. Tidak jelas betul kapan tenaga dalam mulai ada di negeri ini, namun saya yakin, tenaga dalam merupakan warisan yang telah lama mengakar dalam budaya Nusantara. Walaupun ya, gerakan yang ada dan pola pernafasannya mirip dengan Yoga. Namun, tenaga dalam adalah asli berciri Nusantara. Kalau yoga yang di temukan oleh para Yogi di India mempunyai berbagai gerakan pembersihan melalui nafas yang terkenal dengan istilah Kriya, maka budaya Nusantara mempunyai gerakan pembersihan melalui gerakan dan nafas yang kita kenal dengan nama tenaga dalam.

Saat ini kita tidak akan membicarakan tenaga dalam yang umum dikenal, yaitu konsentrasi dan pemunculan kekuatan super, yang berasal dari energi pikiran kita. Kita akan melihat tenaga dalam dari sisi yang lain. Sisi yang menyejukkan, yang melembutkan, yang dapat membuat jiwa kita berevolusi, yang dapat mengantarkan kita kepada “rasa sejati” diri kita. Yang dapat membuat kita mendengarkan suara nurani yang berbisik sangat lembut itu, dan menjadikan kita manusia penuh cinta.

Melihat tenaga dalam dari sisi yang lain, sebenarnya bukan juga. Inilah tujuan utama dari latihan tenaga dalam di Nusantara pada awalnya. Yaitu untuk “pembersihan”. Pembersihan dari sampah-sampah pikiran bawah sadar manusia. Sampah pikiran itu merupakan debu penghalang dari cermin hati, sehingga kita tidak dapat berkaca darinya.. Dan latihan Tenaga Dalam yang dimaknai untuk pembersihan atau katarsis dapat mengembangkan rasa dalam diri, dapat menumbuhkan Kasih.

Hanya saja, sekarang tenaga dalam sudah mengalami distorsi makna yang jauh sekali. Latihan konsentrasi dan penguatan kekuatan pikiran justru akan menebalkan debu dan sampah dari cermin hati tersebut. Jarang ada yang memahami makna awal ini, malah banyak yang menyimpangkan dari makna pembersihan ini. Hasilnya? Bisa kita lihat. Membanggakan kekuatan yang dimiliki. Mengembangkan konsentrasi sehingga merasa bisa melihat ke depan, mendengar jauh, ataupun melempar orang dari jauh. Semua itu akan membawa ego kita semakin besar. Dan akan membuat jiwa kita semakin keras. Jiwa yang keras, tidak akan menerima kelembutan, tidak akan memancarkan Kasih. Dan pertarungan serta perkelahian tidak terhindarkan.

Apalagi kalau kita melihat demo tenaga dalam yang ada, seperti mementalkan orang, membuat bola lampu pijar yang dijatuhkan tidak pecah, mengangkat orang dengan jari, mematahkan pompa air dari besi, dan lainnya. Hal yang pada mulanya hanya digunakan sebagai pertunjukan atau hiburan, atau bisa juga dikatakan sebagai gula-gula, pemanis. Sekarang hal tersebut dijadikan tujuan seseorang untuk mempelajari tenaga dalam. Bahkan kesehatan juga ditawarkan dalam tenaga dalam, yang mana kesehatanpun sebenarnya adalah efek samping dari tenaga dalam, bukan hasilnya. Hal-hal seperti demo yang seakan-akan menggunakan kekuatan adikodrati, kelihatan fantastis dan tidak masuk akal, sebenarnya sangat masuk akal sekali. Sangat rasional dan mudah sekali dilakukan. Hanya saja hal itu dibungkus sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan seolah-olah dilakukan dengan kekuatan yang tak tampak

Dan ironisnya, orang akan lebih tertarik dengan demo-demo tersebut, dengan efek kesehatan yang muncul dari latihannya, bukan dengan apa yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan dengan apa yang dinamakan  “bangkitnya” tenaga dalam. Lebih celakanya lagi, sekarang ada yang ikut-ikutan menggunakan istilah Cakra dan Kundalini (terutama karena semakin populernya penggunaan istilah-istilah ini di tanah air). Bukan karena mereka benar-benar paham dengan apa yang dinamakan Kundalini dan Cakra, namun karena istilah tersebut dapat mendongkrak popularitas suatu perguruan.

Mencampur-adukkan istilah Kundalini dan Cakra dalam tenaga dalam sungguh sangat membingungkan. Mungkin ada orang yang masih bingung, sehingga mereka mencari teman untuk bingung! Tenaga dalam sebenarnya sudah didesain, sudah dirancang untuk komunitas Nusantara, sesuai dengan adat-budaya dan kebutuhan pada jaman atau waktu itu. Tidak dapat dipungkiri atau disangkal kalau gerakan-gerakan dan pola pernafasannya yang ada berasal dari Yoga. Hanya saja, oleh seorang yang ahli Yoga, (saya yakin bahwasannya pencetus latihan tenaga dalam dengan jurus ini mengenal Yoga secara dalam) kemudian menyesuaikan menurut kebutuhan setempat. Lalu terjadilah asimilasi, dan kemudian terkenal dengan nama tenaga dalam.

Asimilasi itu sangat dibutuhkan. Di mana suatu ajaran yang diperlukan di suatu tempat akan disesuaikan dengan budaya yang ada. Seperti Islam di tanah Jawa yang kemudian diasimilasikan dengan wayang oleh Sunan Kali Jaga. Lalu meditasi setelah bersinggungan dengan Jepang muncullah Zen, kalau bersinggungan dengan Cina muncullah Tao. Kemudian oleh seorang Guru Spiritual, Osho, meditasi yang diusung ke Amerika untuk konsumsi barat disesuaikan dengan kebutuhan barat dan muncullah Active Meditation. Juga seorang Yogi yang pada jamannya mengajarkan meditasi di Barat, Maharisi Mahesh Yogi, kemudian memunculkan Transcendental Meditation.

Marilah kita coba memaknai kembali tenaga dalam dan membuka sudut-sudut kelembutan tenaga dalam. Sedikit demi sedikit melampaui anak tangga konsentrasi di tenaga dalam sehingga dapat mencapai jurus tertinggi yang terkenal dengan Jurus Diam, ketika Konsentrasi dan gerakan terlampaui.

DAFTAR ISI

  1. Ah! Tenaga Dalam 7
  2. Yogya, 1986 15
  3. Pendekar 27
  4. Pecahnya perguruan 41
  5. Jakarta, 1993                         51
  6. Jenuh, Rileks, Pasrah 60
  7. Rahasia Demo 68
  8. Tidak puas 85
  9. Teori fisika 92
  10. Jurus dan gerakan Yoga 102
  11. Apa lagi? 109
  12. Konsentrasi, proyeksi pikiran dan ego 111
  13. Kesehatan 127
  14. Tubuh 137
  15. Cakra dan jurus tenaga dalam 145
  16. Kundalini dan bangkitnya tenaga dalam 167
  17. Melampaui konsentrasi 175
  18. Katarsis 183
  19. Pendekar sejati 192
  20. Transpersonal Tenaga Dalam 197

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “TRANSPERSONAL TENAGA DALAM”

Your email address will not be published. Required fields are marked *