RAHASIA SANG DOKTER

Di daerah saya, ada seorang dokter umum yang pasiennya sangat laris. Antriannya panjang, bahkan sebelum tempat praktek sang dokter dibuka. Bila saya lihat di sepanjang daerah tersebut, dokter itu bukan satu-satunya dokter umum yang ada. Dari ujung jalan berjarak 200m ada dokter dan setelah tempat itupun masih ada dokter praktek yang membuka kliniknya.

Namun dokter tersebut tetaplah menjadi favorit dan diburu para pasiennya.

Saya sempat mendengar rumor bahwa dokter yang memberikan tariff murah kepada pasiennya tersebut menggunakan ‘magic’ atau semacam ‘mantra’ dalam menyembuhkan pasiennya sehingga banyak pasien yang cocok dan selalu kembali kepada dokter tersebut.

Sayapun akhirnya penasaran. Setiap lewat tempat tersebut saya selalu melihat antrian panjang dan berkata dalam hati saya, “Apa sih kehebatan dokter ini sehingga bisa laris seperti ini?”

Suatu hari anak saya sakit dan saya berniat membawa anak saya ke dokter tersebut.

Setelah cukup mengantri agak panjang akhirnya tiba giliran saya memasuki ruangan dokter yang cukup diminati tersebut.

Saya membuka pintu dan menyapanya, “Selamat Sore dokter.”

Saya melihat dokter tersebut berdiri dari tempat duduknya, tersenyum kepada saya, membuka tangannya dan berkata, “Halo pak, selamat sore… Waduh Apa kabar pak? Siapa ini yang sakit?”

“Anak saya yang sakit dokter.”

Dokter itu menghampiri anak saya dan menuntunnya duduk di kursi sambil berkata, “Sakit apa sih? Coba dokter pegang. Ah enggak sakit ini. Nggak sakit kan? Hanya capek kan? Anak ganteng dan kuat gini kok sakit. Enggak ah, enggak sakit kan?”

Saat itu juga saya mengetahui Rahasia kesuksesan sang dokter!

Dan saya akan berbagi kepada anda tentang itu:

Hanya satu kata, yaitu BEHAVIOR!

Saya ingat bahwa dalam penelitian, factor Behavior menentukan 85% dari sukses seseorang dan hanya 15% adalah factor teknikal skill.

85% Good Behavior itu benar-benar dipraktekkan oleh dokter tersebut. Selama saya mengunjungi dokter lain, biasanya dokter dengan angkuhnya duduk diam di kursinya, bahkan sambil menulis atau sibuk melakukan sesuatu. Kadang pula pandangannya tidak tertuju kepada tamu yang masuk, bahkan sapaan ‘garing’ yang terlihat keluar dari mulut dokter adalah sekedar basa-basi.

Menyambut dan menyapa seseorang dengan berdiri dari kursi dan membuka kedua tangannya adalah benar-benar Good Behavior! Dia berusaha menyamakan frekwensi dengan tamunya, mencoba akrab secara emosi. Dia tidak bersikap lebih tinggi bahkan 100% mempunyai sikap melayani pasien. Dia benar-benar melayani pasien dan memperlakukan pasien layaknya seorang yang akrab dengan dirinya.

BEHAVIOR menentukan 85% tingkat kesuksesan seseorang……. apakah anda akan mengikuti jejak sang dokter dan meraih sukses tersebut?

Agung webe