SERING GANTI KERJA? HATI-HATI!

By | April 10, 2017

Sebuah perusahaan dengan karyawan yang bergonta-ganti itu adalah hal biasa. Ada yang menyelesaikan masa kontrak 2 tahun lalu pergi dan mencari pekerjaan lagi. Ada yang belum habis masa kontrak sudah mengundurkan diri. Dan ada juga yang bertahan sampai bertahun-tahun hingga pensiun.

Bagi seseorang yang sedang melamar pekerjaan dan pada saat wawancara dengan bangga menceritakan pengalaman kerjanya yang ia anggap banyak, sudah berganti kerja di berbagai perusahaan, harap hati-hati karena apa yang Anda ceritakan dapat menjadi bumerang bagi Anda.

Seseorang yang berganti kerja dalam kurun waktu kurang dari satu tahun dan sering melakukannya di berbagai perusahaan, cenderung mempunyai masalah dengan dirinya sendiri. Walalupun kebanyakan mereka memberikan alasan bahwa: Lingkungan kerja tidak nyaman, rekan kerja egois, atasan diktator, merasa menjadi sapi perahan perusahaan, dll.

Tidak ada tempat kerja yang sempurna. Ini yang pertama harus dipahami oleh karyawan. Bahwa idealisme karyawan dan idealisme perusahaan banyak yang berbenturan. Bagi karyawan ia ingin jam kerja sedikit namun gaji besar. Bagi perusahaan, ingin jam kerja karyawan banyak namun gaji standar.

Bagi seseorang yang sering berganti-ganti pekerjaan, sangat mungkin ia tidak dapat mengatur ‘self management’ dirinya. Ia tidak dapat beradaptasi, tidak dapat lentur dengan perubahan, tidak ingin diperintah, tidak ingin mendengarkan pendapat, tidak dapat menghargai orang lain. Orang-orang yang egois dan ingin lingkungan mengerti dirinya, ingin atasan yang mengerti dirinya, ingin perusahaan mengikuti kemauannya, akan cenderung tidak betah bekerja dalam kurun waktu yang lama.

Pengalaman kerja bukanlah tentang seberapa sering seseorang berpindah kerja. Seorang yang sering berpindah-pindah kerja malah tidak mempunyai pengalaman kerja. Sebuah pengalaman kerja paling tidak dapat baru dirasakan dalam kurun waktu lima tahun pertama ia bekerja. Dalam kurun waktu itu karyawan sudah dapat merasakan adaptasi, mengatasi konflik, mengerjakan pekerjaan dengan goalnya dan juga mengalami tantangan dalam pekerjaan.

Lain persoalan apabila Anda seorang profesional dan kontrak kerja Anda untuk menangani satu project adalah enam bulan dan setelah itu Anda mencari project lain lagi. Batas waktu pekerjaan tersebut memang sudah disepakati sebagai kontrak kerja dan bukan memutuskan hubungan kerja sepihak.

Untuk itu, bagi seseorang yang selama ini berganti-ganti pekerjaan hanya karena alasan tempat kerja tidak nyaman, rekan kerja egois, atasan diktator, gaji tidak sesuai, maka mari kita melihat diri sendiri dan belajar kembali tentang ‘self management’ – bagaimana kita mengatur diri kita dengan lingkungan pekerjaan.

Apabila Anda menghadapi wawancara kerja, jangan bangga dengan bercerita bahwa Anda telah ganti pekerjaan setiap enam bulan dan Anda anggap bahwa bergantinya pekerjaan tersebut Anda punya pengalaman kerja yang banyak.  Pihak HRD akan melihat Anda sebagai karyawan yang punya masalah dengan kepribadian Anda.

Pengalaman kerja adalah bagaimana Anda sebagai karyawan menyerap makna-makna persoalan dalam pekerjaan, tugas kerja, antar rekan kerja dan atasan sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kompetensi dalam pekerjaan Anda.