NASKAH TULISANMU TEBAL, BELUM TENTU KALIMATMU EFISIEN

Ketika anda mulai menulis tentu akan bangga apabila anda dapat menghasilkan tulisan dengan lembar yang banyak, misalnya lebih dari 500 halaman  ukuran kertas A4. Namun banyaknya halaman bisa jadi karena kalimat yang dipilih tidak efisien dan bisa jadi beberapa tema ditulis kembali atau diulang di halaman yang berbeda dengan susunan kalimat yang berbeda. Dan sebagai penulis anda tidak akan menyadari hal-hal seperti itu.

Untuk menjadikan sebuah buku ‘layak baca’ seorang penulis seharusnya bekerja sama dengan book editor dan book reviewer.

Dalam hal ini ada sebuah film yang sangat bagus, berjudul GENIUS yang rilis tahun 2016. Pemerannya adalah Colin Firth dan Jude Law, beberapa aktor pendukung seperti, Nicole Kidman, Laura Linney, Guy Pierce dan Dominic West. Film ini menceritakan kisah persahabatan antara penulis buku dan editor buku.

Film ini dimulai dari kehidupan Thomas Wolfe (Jude Law), seorang penulis yang belum terkenal. Karya tulisnya selalu ditolak di setiap penerbit yang didatanginya. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Max Perkins (Colin Firth), seorang penerbit sekaligus editor di Charles Scribner’s Sons perbitan paling bergengsi di Kota New York. Max adalah editor yang sangat handal. Di masa mudanya, ia telah memupuk sejumlah bakat-bakat baru yang berhasil menjadi figur raksasa di dunia sastra seperti F. Scott Fitzgerald dan Ernest Hemingway.

Yang menjadi menarik adalah konflik antara penulis dan editor saat sang editor meminta penulis untuk menghilangkan kalimat-kalimat yang tidak penting dan hal itu cukup mengurangi jumlah halaman yang semula mencapai seribu halaman kini hanya menjadi tiga ratus halaman.

Di film tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa seorang penulis memerlukan mata lain. Apa yang dianggap bagus bagi penulis belum tentu bagus di mata para pembaca. Penulis-penulis pemula biasanya belum dapat menempatkan dirinya di sisi pembaca. Ia hanya menempatkan dirinya sebagai penulis yang harus dibaca isi tulisannya, padahal seorang penulis tidak akan dapat memaksa seseorang mau dan suka membaca tulisannya. Seorang editor akan menempatkan diri pada sisi pembaca sehingga ia lebih peka dan lebih tahu apa saja yang membuat seorang pembaca nyaman membaca sebuah tulisan.

Saya selalu menyarankan kepada teman-teman yang memulai menulis untuk mengikuti saran dari editor, reviewer maupun designer dari layout. Istilahnya ‘ikut aja dulu’ karena kemampuan penulis pemula untuk mengenali kesukaan pembaca belum tumbuh. Sekali lagi apa yang disukai penulis belum tentu disukai oleh pasar pembaca buku.

Nah, setelah anda menulis dan menghasilkan ratusan lembar halaman, jangan bangga dulu. Sekali lagi, siapa tahu ada tema-tema yang sama dalam halaman-halaman anda. Lalu apabila seorang book reviewer mengusulkan menghilangkan beberapa halaman dan seorang editor mengusulkan mengganti beberapa kata dan kalimat maka segera penuhi hal tersebut.

Dengan ini semua kita dapat belajar bahwa “Kesuksesan sebuah buku bukan hanya lahir dari penulisnya, tetapi juga dari sang editor. Oleh karena itu peran seorang editor memang tidak bisa dianggap remeh.”

 

Selamat menulis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *